Carbohydrate Counting
CARBOHYDRATE
COUNTING
- Definisi
Carbohydrate
Counting merupakan
suatu pendekatan dalam perencanaan makanan bukan merupakan diet
khusus. Metode ini menekankan konsistensi konsumsi karbohidrat pada
suatu saat yang khusus dalam suatu hari untuk 1 x jadwal makan,
bukan hanya sekedar jenis karbohidrat. Bagi penderita Diabetes
Mellitus dengan terapi insulin, metode ini diperlukan untuk
mengimbangi jumlah insulin yang dikonsumsi (Karmeen, 2005).
Melalui
perhitungan karbohidrat (Carbohydrate
Counting)
diharapkan dapat memenuhi perencanaan makan bagi penderita Diabetes
Mellitus Tipe 1 maupun Tipe 2. Disamping itu, Carbohydrate
Counting
memberikan keleluasaan terhadap penambahan aktivitas jasmani tanpa
disertai resiko hipoglikemia dan hiperglikemia (Wahono, 2008).
Pada metode ini
dihitung jumlah karbohidrat yang terdapat dalam
berbagai makanan yang akan dikonsumsi dengan satuan Unit
Carbing (UC) yang
setara dengan 15 g karbohidrat.
Dari asupan makan
per kali makan atau makan makanan
selingan dapat
dujumlah asupan karbohidratnya dan dapat diketahui jumlah Unit
Carbing (UC).
Alasan
utama perlunya memperhatikan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi
adalah karena 90-100% karbohidrat yang dikonsumsi akan langsung
diubah menjadi glukosa dalam waktu 15 menit, sedangkan dalam waktu
yang sama, hanya 58% protein dan <10% lemak yang dikonsumsi
diubah menjadi glukosa. Selain itu 1 gram karbohidrat yang
dikonsumsi menaikkan ± 3-4 mg/dl glukosa darah. Glukosa mulai
memasuki pembuluh darah ± 10 menit setelah karbohidrat yang pertama
kali
dikonsumsi berada di lambung. Dengan
sistem Carbohydrate
Counting yang dihitung
hanya bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Makanan dengan
kandungan karbohidrat yang sama, tidak selalu mengandung zat gizi
lain yang sama.
Melalui
Carbohydrate
Counting,
diharapkan dapat memenuhi perencanaan makan bagi penderita DM tipe 1
maupun tipe 2 fase III yaitu penderita yang memiliki kadar glukosa
darah 200 -
250
mg/dl yang memerlukan tambahan insulin basal
maupun
prandial.
Penderita diharapkan memperoleh jumlah asupan karbohidrat yang
sesuai dalam sehari sehingga penderita akan tetap dalam sasaran
kendali glukosa darah yang diinginkan. Kelebihan Carbohydrate
Counting
salah satunya memberikan jumlah total karbohidrat yang disesuaikan
dengan dosis insulin serta memberikan pilihan makanan yang lebih
mudah dibandingkan dengan pengaturan diet ketat yang serig gagal.
Keuntungan lainnya adalah kontrol glikemik lebih baik karena lebih
dapat disesuaikan dengan dosis insulin dan mudah menetukan pilihan
makanan yang bervariasi. Di samping itu carbohydrate
counting
memberikan keleluasaan terhadap aktivitas jasmani tanpa disertai
resiko hipoglikemia atau hiperglikemia.
- Tingkat Penerapan Carbohydrate Counting
Menurut
Karmeen, 2005 tingkatan penerapan Carbohydrate
Counting ada 2
yaitu :
a. Basic
Carbohydrate Counting
Memahami
Carbohydrate
Counting sebagai
pemahaman hubungan antara makanan, aktifitas fisik/olahraga dan kadar
glukosa darah. Tingkatan ini dapat memahami jenis – jenis
karbohidrat.Semua ditekankan oada konsistensi waktu, tipe dan jumlah
karbohidrat yang dikonsumsi. Prosedur Basic
Carbohydrate Counting
sebenarnya tidaklah susah hanya diperlukan kedisiplinan dan kepatuhan
dengan apa yang direncanakan dimana penderita Diabetes Mellitus atau
keluarga harus memahami dan konsisten tentang diet bagi Diabetes
Mellitus. Adapun langkah penerapan Carbohydrate
Counting
menurut American
Diabetes Association
adalah sebagai berikut :
Hitung
komposisi karbohidrat yang dianjurkan (45-65% total kalori harian)
(Misalnya
Diet 1500 kcal dengan KH 60% ~ 900 kcal ~ 225 g KH)
Konversi
ukuran gram KH menjadi unit
carbing
Misalnya
225/15 ~ 15 carbing
Konversi
ke Skema Meal Plan
Misalnya
sarapan 3; snack pagi 1,5; makan siang 4,5; snack siang 1,5; makan
malam 3; dan snack malam 1,5
Konversikan
unit Carbing ke Ukuran
Rumah Tangga (URT), gunakan Daftar Bahan Makanan Penukar (DBMP).
Skema
Meal
Plan Diet
1500 Kalori (KH per hari: 60% ~ 900 kcal ~ 225 g KH ~ 15 carbing
KH), dapat disajikan pada Tabel 4.
Tabel
4. Skema Meal Plan Diet
1500 Kalori (KH per hari: 60% ~ 900 kcal ~ 225 g KH ~ 15 carbing KH)
- Waktu MakanJumlah (gram)Angka CarbingSarapanKebutuhan karbohidrat x 20%3 carbing KHSnack PagiKebutuhan karbohidrat x 10%1,5 carbing KHMakan SiangKebutuhan karbohidrat x 30%4,5 carbing KHSnack SiangKebutuhan karbohidrat x 10%1,5 carbing KHMakan MalamKebutuhan karbohidrat x 20%3 carbing KHSnack MalamKebutuhan karbohidrat x 10%1,5 carbing KH
- Adevence Carbohydrate Counting
Memahami
pola pengelolaan dan cara penggunaan perbandingan karbohidrat dan
insulin (1 unit insulin = 15 gram karbohidrat). Memahami target
sasaran kadar glukosa darah, mampu menerapkan semua aspek
Carbohydrate Counting
memahami cara kerja insulin dan konsep dari insulin basal.
- Perhitungan ICR (Insulin to Carb Ratio).
ICR
adalah perbandingan jumlah asupan karbohidrat dengan unit insulin
untuk mengontrolnya, biasanya diekspresikan sebagai u : c, u sebagai
unit insulin, c sebagai gram krabohidrat. ICR tergantung pada
sensitivitas insulin. Umumnya, seseorang yang lebih sensitif
terhadap insulin, 1 unit insulin dapat mengontrol lebih banyak
karbohidrat. Juga, beberap orang yang resisien terhadap insulin pada
waktu yang berbeda atau aktivitas yang berada dalam satu hari,
biasanya membutuhkan lebih dari 1 ICR. Contohnya, ICR seseorang pada
saat makan pagi harus lebih tinggi daripada insulin harian lainnya.
ICR
dapa dikalkulasikan dengan menggunakan beberapa metode. Metode
manapun yang dipakai dipilih paling tepat. Jika memungkinkan
menggunakan satu metode, digunakan metode lainnya untuk perbandingan
atau validitas rasio. Jika dosis insulin basal
tidak tepat, maka proses untuk menetukan ICR seseorang akan lama dan
hasilnya tidak konsisten. Untuk orang yang menggunakan insulin pump,
paling baik untuk mengevaluasi dan menentukan nilai basal yang
benar, Sebelum memulai insulin pump
atau menetukan ICR yang tepat.
- Metode 1 (Rule of 500 dan 450)
Metode
ini digunakan secara luas untuk menentukan ICR berdasarkan Total
Daily Dose
(TDD) dari insulil kemudian dibagi 500. Hasilnya adalah jumlah
karbohidrat yang dikontrol oleh 1 unit insulin rapid-acting
untuk menurunkan kadar glukosa darah dalam batas normal dalam 3 - 4
jam setelah makan, atau 1 unit insulin rapid-acting
akan mengontrol dalam 5 – 6 jam setelah makan. Beberapa klinisi
menemukan bahwa TDD dibagi 450 (lebih baik dari 500) adalah lebih
akurat untuk seseorang yang kurang sensitif terhadap insulin.
Contoh
:
- Dosis basal = 8 unit glargine 2 kali sehari
- Dosis insulin bolus = insulin aspart sebelum makan pagi 5 unit, sebelum makan siang 6 unit dan sebelum makan malam 7 unit.
- TDD = 8 + 8 + 5 + 6 + 7 = 34 unit
- Kadar glukosa darah puasa, sebelum makan dan 2jPP dalam batas target.
- 500 / 34 = 14,7 ≈ 15
- ICR adalah 1 unit insulin untuk 15 g karbohidrat.
- Metode 2 Formula Berdasarkan Berat Badan
Menggunakan
berat badan masih merupakan cara lain untuk menetukan ICR.
Menggunakan metode ini, mengalikan berat badan dalam pounds
(BW) dengan 2,8 dan
kemudian hasilnya dibagi dengan TDD, formulasinya 2,8
x (BW)
/
TDD
Contoh
:
- BW adalah 186 pounds dan TDD adalah 34 unit
- 2,8 x (168) / 34 = 13,8 ≈ 14
- ICR adalah 1 unit insulin untuk 14 g karbohidrat.
- Menghitung CF (Correction Factor)
CF
didefinisikan sebagai jumlah glukosa darah (dalam mg/dl) yang
diturunkan oleh 1 unti insulin rapid.
Walaupun nama yang digunakan berbeda-beda seperti correction
factor, insulin sensitivity factor atau
supplemental factor,
ini merupakan metode universal yang digunakan untuk menghitung
jumlah insulin yang dibutuhkan un tuk menurunkan glukosa darah
sebelum makan dalam batas target.
Formula
yang dipakai dalam menentukan start
point CF adalah Rule
of 1500 dan aturan
1800. Yang terbaru aturan tambahan yang lebih praktis adalah Rule
of 2000 dan 1700 dan
aturan CF yang termodifikasi. Semua aturan mengaplikasikan suatu
konstanta matematika yang semuanya memperlihatkan hubungan ukuran
tubuh dengan kerja insulin.
Contoh
: Aturan 1800
- TDD adalah 34 unit
- 1800/34 = 53, artinya CF adalah 53, dimana 1 unit insulin rapid menurunkan glukosa darah 53 mg/dl
Contoh
: Aturan 1700
- TDD adalah 34 unit
- 1700/34 = 45, artinya CF adalah 45, dimana 1 unit insulin rapid menurunkan glukosa darah 45 mg/dl
Contoh
: Aturan Modifikasi King
{(1076/TDD)
+ 12 }
- TDD adalah 34 unit
- {(1076/34)} + 12 = 45
- CF adalah 45, dimana 1 unit insulin rapid menurunkan glukosa darah 45 mg/dl
- Penentuan Dosis Insulin Bolus Untuk Makan dan Snack (Preprandial)
Untuk
menetukan dosis insulin preprandial,
yang pertama harus dinilai adalah karbohidrat prandialnya.
Kemudian, individu menggunakan ICR nya untuk menentukan insulin yang
dibutuhkan mengontrol makan dan snacknya.
Kemudian
lakukan cek kadar glukosa darah
preprandial,
individu harus menentukan jika diperlukan tambahan dosis untuk
koreksi kadar glukosa darah hingga mencapai level target.
Contoh
:
- Target kadar glukosa darah adalah 100 mg/dl
- ICR adalah 1 : 15
- CF adalah 45 mg/dl
- Kadar glukosa darah saat ini adalah 237 mg/dl
- Jumlah karbohidrat pada makan pagi adalah 60 g
- Maka 60/15 = 4 unit insulin untuk mengontrol karbohidrat
- 273 mg/dl – 100 mg/dl = 137 mg/dl
- 137 mg/dl dibagi CF (137 / 45 = 3 unit insulin untuk menurunkan glukosa darah preprandial yang meningkat.
- Total = 4 unit + 3 unit = 7 unit insulin.
Komentar
Posting Komentar